Posted in Lintasan Pikiran, Renungan Kehidupan

MENYALAHKAN TUHAN ?!

“Allah tidak membebani seseorang, melainkan sesuai dengan kesanggupannya”

Jum’at, pekan ketiga di bulan Januari 2013. Anak saya, Tsurayya (2 tahun) terserang demam. Semalaman ia rewel dan tidak nyenyak tidur. Yang bisa ia lakukan hanya menangis pada ibunya. Pilu dan sedih terasa, tak tega melihat belahan hati merasa sakit walau sedetik pun. Jika mampu memilih, biar kami orang tuanya saja yang menggantikan rasa sakit tersebut.

Di waktu yang bersamaan, stasiun TV sibuk memberitakan bencana banjir yang melanda sejumlah daerah. Dan yang sangat menjadi sorotan pemberitaan adalah bencana banjir yang terjadi di Jakarta. Hampir seluruh daerah terendam banjir, bahkan pusat kota seperti bunderan Hotel Indonesia dan Monas pun ikut terendam. Ribuan orang mengungsi di tempat penampungan sementara. Sebagian orang bahkan terpaksa tidur di kolong jembatan. Lima orang lainnya meninggal dunia karena kedinginan dan ada pula yang tersengat arus listrik.

Innalillahi wa innailaihi raajiuun.. mengapa bencana datang menimpa manusia? Apakah ini ujian dari Allah untuk menguji kesabaran hambaNya? Atau jangan-jangan bencana ini justru merupakan azab atas kedurhakaan hamba-hambaNya? Lantas apakah kita dapat menyalahkan Tuhan atas semua bencana yang menimpa diri dan keluarga kita?

Tidak ada seorang pun yang tahu jawaban pastinya. Karena untuk menentukan apakah bencana ini merupakan ujian atau azab, hanya keimanan dan kejujuran nurani kita lah yang dapat menjawabnya.

Peristiwa anak saya yang sakit misalnya. Di satu sisi saya bisa menyalahkan atau mencari kambing hitam atas penyebab sakitnya. Bisa jadi karena ia bermain dengan temannya yang sedang sakit, memakan makanan yang tidak bersih, atau bahkan menyalahkan Tuhan karena memberikan cuaca hujan yang menyebabkan bibit penyakit bermunculan ?!

Astaghfirullah.. Tidak layak seorang hamba yang telah diberi nikmat oleh Allah, kemudian mengkufuri nikmat tersebut. Lebih baik kita introspeksi diri saja. Memohon ampun atas segala khilaf dan dosa. Memandang sakit ini sebagai ujian dan teguran dari Allah, agar kita dapat lebih mensyukuri nikmat kesehatan yang diberikan. Agar kita lebih berhati-hati dalam menjaga makanan dan aktivitas yang dilakukan.

Bahkan kita juga dapat berbaik sangka, dengan meyakini bahwa mungkin saja sakitnya anak saya ini merupakan jalan rezeki bagi para dokter dan tukang obat. Masya Allah.. nikmat sekali jika hati kita berbaik sangka, ikhlas dan sabar terhadap takdir Allah. Lagipula, Allah tidak akan menguji hambaNya, melainkan sesuai dengan batas kesanggupannya. Sekarang, saya hanya bisa berdo’a, semoga ujian sakit ini dapat menjadi penggugur dosa kami. Begitu pun dengan bencana banjir yang menimpa saudara-saudara kita di Jakarta dan daerah lainnya. Semoga ujian ini segera usai dan dapat menjadi pembelajaran berharga bagi kita semua. Aamiin.

Salam Hikmah

@eL_Bandung

banjir bunderan HI Jakarta

Penulis:

#FHUNPAD #UNITEDARMY

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s