Posted in Lembar KAMMI, Lintasan Berita

PERNYATAAN SIKAP LKPJ GUBERNUR JAWA BARAT 2010

“JANGAN BANYAK BICARA, TUNTASKAN JANJI KAMPANYE DENGAN KINERJA..!!”

 25 Maret 2011 merupakan kali ketiga Gubernur menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) dihadapan pimpinan dan para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat melalui rapat paripurna. Dalam nota pengantarnya, dipaparkan beberapa pencapaian kinerja dalam rangka penyelenggaraan kebijakan pembangunan daerah sesuai dengan visi dan misi pemerintahan Propinsi Jawa Barat.

Beberapa angka yang disampaikan Gubernur berdasarkan data yang diperoleh dari BPS Propinsi Jawa Barat antara lain: Peningkatan angka IPM dari 71,64 poin (2009) menjadi 72,08 poin (2010), Peningkatan Indeks Pendidikan dari 81,14 poin (2009) menjadi 81,67 poin (2010), Peningkatan Indeks Kesehatan dari 71,67 poin (2009) menjadi 72,00 poin (2010), Peningkatan Indeks Daya Beli dari 62,10 poin (2009) menjadi 62,57 poin (2010).

Sekilas berbagai data dan angka tersebut merupakan prestasi atas kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur dalam menjalankan roda pemerintahan di Propinsi Jawa Barat. Namun ternyata capaian tersebut belum sesuai dengan target yang tercantum dalam RKPD 2010 (Indeks Pendidikan 83,46 poin; Indeks Kesehatan 73,79 poin; dan Indeks Daya Beli 63,28 poin). Bahkan masih ada juga janji kampanye yang belum terealisasi antara lain KTP berasuransi kesehatan, ketidakjelasan penyerapan satu juta lapangan kerja, serta rendahnya anggaran pengembangan dan revitalisasi Posyandu untuk kesehatan ibu, anak dan lansia.

Selain itu, kenyataan di lapangan tidaklah seindah rangkaian angka dan data yang ada di atas kertas. Di Sukabumi masih ada manusia yang tinggal di kandang binatang karena kesulitan ekonomi, ancaman gagal panen di Kab. Tasikmalaya, ketidakharmonisan kerukunan antar umat beragama, nelayan Pangandaran yang tak dapat melaut, pasien miskin yang meninggal karena ditolak RSUD Ciamis, maraknya perdagangan manusia dan lemahnya perlindungan TKI asal Jawa Barat, serta berbagai keterbatasan fasilitas pendidikan di daerah terpencil.

Menyikapi fakta tersebut, PW KAMMI Jawa Barat menyatakan sikap bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur belum optimal dalam menjalankan amanah kepemimpinan di Jawa Barat pada tahun 2010 ini. Maka salah satu wujud kepedulian KAMMI sebagai mitra kritis yang konstruktif, KAMMI memberikan sebuah paket bingkisan CINTA untuk membantu perbaikan dan peningkatan kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur di masa yang akan datang. Paket tersebut berisi :

  1. Minuman suplemen isotonik bernutrisi dan obat tambah darah agar HADE dapat tetap fit dan progresif menjalankan roda pemerintahan.
  2. Obat sirup herbal untuk mengobati “masuk angin”, “pusing” dan “mual” agar HADE bisa membuat kebijakan yang pro growth, pro poor, pro job, dan pro environment.
  3. Racun tikus untuk membasmi tikus-tikus koruptor yang akan menggerogoti dana APBD untuk kepentingan pribadi, kelompok dan atau golongannya.
  4. Cutton Bud atau batang pembersih kotoran telinga agar HADE dapat dengan mudah mendengar aspirasi maupun kritik dari masyarakat.
  5. Solasi lakban untuk mengurangi aktivitas tebar pesona dan pencitraan yang dapat menghambat kinerja.

Demikian isi paket bingkisan CINTA dari PW KAMMI Jawa Barat untuk HADE. Semoga bermanfaat. Salam Perjuangan..Hidup Mahasiswa, Hidup Rakyat Indonesia..!!

Bandung, 25 April 2011

Ketua Umum PW KAMMI Jabar

 

Edi Mardiana, S.Pt.

0813-1863-5496

Penulis:

#FHUNPAD #UNITEDARMY

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s