Posted in Lembar KAMMI, Lintasan Berita, tulisan SERIUS

Menanti Gebrakan HADE Dalam LKPJ 2011

Oleh : Syamsul Ma’arief
Staf Dept. Kebijakan Publik KAMMI Wilayah Jawa Barat

Tanpa terasa sudah hampir tiga tahun perjalanan kepemimpinan Gubernur Ahmad Heryawan dan Wakil Gubernur Dede Yusuf (HADE) di Jawa Barat. Sejak dilantik pada tanggal 13 Juni 2008, setidaknya Gubernur sudah menyampaikan dua kali Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ). Berdasarkan Pasal 17 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 3 tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah kepada masyarakat, LKPJ Akhir Tahun Anggaran disampaikan kepada DPRD paling lambat tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir.

Berdasarkan ketentuan dalam PP tersebut, maka untuk tahun anggaran 2010, LKPJ harus dipaparkan paling lambat pada tanggal 31 Maret 2011. Namun seperti dilansir dalam PR (10/3), Biro Otda dan Bappeda optimis jika tanggal 25 Maret 2011 nanti Gubernur sudah bisa memberikan paparan LKPJ nya dihadapan DPRD. LKPJ tersebut sekurang-kurangnya menjelaskan (a) arah kebijakan umum pemerintahan daerah; (b) pengelolaan keuangan daerah secara makro, termasuk pendapatan dan belanja daerah; (c) penyelenggaraan urusan desentralisasi; (d) penyelenggaraan tugas pembantuan; dan (e) penyelenggaraan tugas umum pemerintahan.

Yang menjadi cukup perhatian dalam LKPJ Gubernur ini adalah realisasi pelaksanaan program dan kegiatan serta uraian permasalahan yang dihadapi oleh Gubernur dalam menjalankan tugasnya di pemerintahan daerah. Hal tersebut menjadi penting karena dalam janji kampanye politiknya, pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur yang terpilih dalam Pemilihan Gubernur 2008 ini berjanji akan mengundurkan diri dari jabatannya jika dalam waktu tiga tahun masa kepemimpinannya tidak ada perbaikan pembangunan dan kesejahteraan di Jawa Barat.

Jika pada LKPJ tahun pertama realisasi pelaksanaan program dan kegiatan tidak terlalu optimal, maka hal ini masih bisa dimaklumi karena HADE hanya melanjutkan program dan kegiatan yang berasal dari Gubernur sebelumnya, yaitu masa kepemimpinan Gubernur Danny Setiawan. Namun pada LKPJ tahun kedua alasan pemaaf tersebut tidak dapat lagi digunakan, karena HADE telah memiliki otoritas penuh untuk menjalankan pemerintahan daerah sesuai dengan janji kampanyenya. Maka tidak heran pada LKPJ tahun kedua, terdapat banyak sekali sorotan tajam dari berbagai pihak terkait ketidakoptimalan HADE dalam menjalankan tugasnya.

Dalam hal menjalankan program pembangunan, HADE masih mengalami stagnasi seperti masa kepemimpinan Gubernur sebelumnya. Menurut Guru Besar Ilmu Pemerintahan Unpad Dede Mariana, Gubernur Ahmad Heryawan dan Wakil Gubernur Dede Yusuf masih kesulitan mentransformasi mindset para birokrat yang berada di pemerintahan propinsi Jawa Barat. Padahal para birokrat ini merupakan instrumen penting dan utama dalam pelaksanaan pembangunan. Atau dengan kata lain, seluruh jajaran birokrasi yang berada di bawah kepemimpinan HADE merupakan sebuah tim besar yang bertugas membantu HADE untuk menjalankan janji kampanyenya sebagaimana yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Lemahnya ketegasan dalam kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur ini menyebabkan para birokrat daerah, yang dalam hal ini merupakan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tidak dapat bersinergi dan bekerjasama untuk menjalankan tugas sebagaimana target dan tujuan yang termuat dalam RPJMD.

Buruknya sinergisitas ini diperparah dengan ketidakharmonisan antara Gubernur dan Wakil Gubernur. Hal ini misalnya terlihat dalam kasus Kartu Lebaran Gubernur beberapa waktu yang lalu. Bukannya menunjukkan kekompakan dengan foto berdua, kartu lebaran tersebut justru memuat foto masing-masing secara terpisah.

Bahkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi mengklaim sekitar 85 persen Kepala Daerah dan Wakilnya di Indonesia, mengalami pecah kongsi atau berjalan tidak harmonis saat masa jabatannya berlangsung. Kemesraan antara Kepala Daerah dan wakilnya hanya berlangsung pada tahun pertama dan kedua masa jabatannya. Setelah itu atau tahun ketiga mereka jalan masing-masing untuk persiapan Pilkada selanjutnya.

Ketidakharmonisan ini mengakibatkan terpecahnya jajaran birokrasi sehingga dapat mengganggu tugas pelayanan publik dan roda pemerintahan di daerah. Akibatnya akan berdampak pada terganggunya proses pembangunan dan ketidaktercapaian target dan tujuan dalam RPJMD.

Sebagai bahan perbandingan, dalam LKPJ tahun 2010 salah satu isi LKPJ yang menjadi sorotan adalah rendahnya perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Indeks tahun 2009 hanya mencapai 0,38 poin, padahal pada tahun 2004 mencapai 0,99 poin. Hal lain yang menjadi sorotan adalah pencapaian IPM dari sektor pendidikan, kesehatan dan daya beli.

Terdapat pula ketidakcocokan data antar OPD mengenai data jumlah penduduk Jawa Barat. Berdasarkan data versi Biro Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Jawa Barat adalah sebanyak 42 juta jiwa. Sedangkan berdasarkan versi biro pemerintah yang mencatat penduduk Jawa Barat adalah sebanyak 45 juta jiwa. Selisih sebanyak tiga juta penduduk ini dapat berpengaruh signifikan terhadap penentuan kebijakan, program dan evaluasi.

Maka di tahun ketiga ini, masyarakat Jawa Barat menantikan gebrakan Gubernur dan Wakil Gubernur dalam mewujudkan janji kampanyenya. Rakyat tidak butuh janji-janji manis yang kosong tanpa realisasi yang nyata. Rakyat juga tidak mau mengerti dengan suguhan data dan angka yang akan disampaikan dalam LKPJ nanti. Rakyat juga lelah mendengar alasan pembenar dan alasan pemaaf atas ketidakoptimalan kinerja. Sehingga Gubernur dan Wakil Gubernur saat ini hanya memiliki dua opsi di tahun ketiga masa jabatannya, yaitu perbaikan kinerja melalui Reformasi Birokrasi atau Revolusi Kepemimpinan. Wallahua’lam.***

 

Penulis:

#FHUNPAD #UNITEDARMY

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s