Posted in Lembar KAMMI, tulisan SERIUS

WC KA(M)MI

Oleh : Syamsul Ma’arief
Anggota Biasa KAMMI Daerah Bandung

 

Sekadar berbagi inspirasi selepas shalat maghrib. Tadi siang saya mengantar kakak yang berniat membeli sebuah kios di salah satu pasar di Bandung. Harganya cukup terjangkau, sekitar Rp 10 juta/meter persegi. Mulai dari ukuran 2×3 meter, 3×3 meter, dan 4×3 meter. Selain itu, untuk bantuan pembayaran kios, ada juga tawaran kredit dari salah satu Bank pemerintah yang cukup ramah dengan kantong kami.

Namun ada satu tawaran yang cukup menarik dari pihak pengembang kepada kami. Yaitu tawaran untuk membeli WC atau toilet yang berada di dalam wilayah pasar tersebut. Harganya pun cukup “menarik”, yaitu Rp 400 juta! Hampir empat kali lipat dari harga kios yang paling mahal di pasar tersebut.

Sekilas kami tidak terlalu tertarik dengan penawaran tersebut, karena terkesan investasi bisnis yang jorok dan memalukan. Namun di penghujung hari saya mulai tersadar, dari sekian banyak investasi bisnis yang ada, mungkin investasi bisnis WC inilah yang paling menjanjikan. Betapa tidak, jika saja dalam satu wilayah pasar tersebut ada 1.000 orang pedagang, maka minimal ada 500 orang yang akan -maaf- buang kotoran di WC atau toilet tersebut. Maka jika per orang saja dikenakan biaya Rp 1.000 untuk buang air kecil atau Rp 2.000 untuk buang air besar, minimal dalam sehari bisa didapatkan keuntungan kotor sebanyak Rp 500.000 alias Rp 15 juta dalam sebulan!?

Keuntungan tersebut belum tentu akan didapatkan oleh pedagang lain yang berjualan di pasar tersebut. Karena bisa jadi barang yang dijualnya kurang laku atau persaingan yang begitu berat dengan pedagang yang lain. Sedangkan “bisnis” WC ini tidak ada saingan alias akan memonopoli secara penuh hajat hidup orang banyak! Normalnya, tidak ada satu manusia pun yang tidak buang hajat dalam kehidupannya sehari-hari. Jadi investasi bisnis WC ini merupakan bisnis yang tanpa saingan dan insya Allah dijamin laku. Gak perlu promosi, gak perlu diskon.

Berkaitan dengan paradigma awal kami yang merasa risih dengan bisnis ini, yaitu bisnis yang jorok dan memalukan saya pikir tidak lah tepat. Allah tidak melarang bisnis apapun selama memang dilakukan dengan cara yang halal dan tidak melanggar hukum. Setampan, semulia atau seterhormat apapun seorang manusia, ia pasti membuang kotoran. Karena kotoran tersebut merupakan bagian yang tak terpisahkan dari tubuhnya. Maka kita hanya bertugas menjaga agar WC tersebut tetap bersih dan terpelihara sehingga nyaman digunakan. Lalu dimana letak jorok dan memalukannya?

Kita justru harus malu jika kita memakan harta yang tidak halal, yang berasal dari korupsi, mencuri, menipu,mengemis atau menjual gerakan dengan murah kepada politisi atau partai politik yang tidak bertanggung jawab. Sudah saatnya kita mewujudkan spirit besar membangun kemandirian gerakan. Kemandirian yang berasal dari kemapanan finansial yang halal dan berkah. Tak perlu malu mendapatkan harta yang halal meskipun dari lubang WC sekalipun. Jika saya bisa naik haji dengan keuntungan bisnis ini, mungkin orang akan menyebut saya Haji WC?! Ya gak masalah, nikmati saja. ^_^ Anda tertarik bisnis ini? Selamat mencoba.

Penulis:

#FHUNPAD #UNITEDARMY

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s