Posted in Lembar KAMMI, Renungan Kehidupan

AKHIR SEBUAH KISAH

(Sebuah Monolog Imajiner)

Abahku sayang, telah dua hari Abah meninggalkanku. Namun ketika pagi ini Abah pulang, mengapa wajah Abah nampak murung dan bersedih? Tak ada jawab, hanya kudapatkan senyum rindu di wajah Abah. Akhirnya dari pembicaraan Abah dengan Ibu, kuketahui bahwa LPJ Abah kemarin tidak berjalan dengan lancar. Dari tujuh komisariat yang menyatakan pandangan akhirnya, tiga komisariat MENOLAK LPJ Abah, dan empat komisariat lainnya alhamdulillah menerima. Mungkin inilah yang menyebabkan wajah Abah menjadi tidak secerah biasanya.

Abahku sayang, sadarilah bahwa setiap amanah adalah titipan dari Allah SWT, dan setiap amanah itu akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah SWT. Jadi jika di forum Musda (dunia) ini ada yang menolak hasil kerjamu, jangan lah lantas bersedih. Jangan sampai hal tersebut membuatmu surut langkah ke belakang. Takut dan bersedihlah jika Allah yang menolak pertanggungjawabanmu di akhirat kelak.

Abahku sayang, ucapkanlah terima kasih yang tulus bagi mereka yang menerima hasil kerjamu, dan mintalah maaf dari mereka yang menolakmu. Dari merekalah Abah harus mengambil hikmah dan juga pembelajaran tentang makna dan hakikat kepemimpinan. Amanah kepemimpinan di KAMMI Daerah Bandung hanyalah awal dari kepemimpinan lain di masa yang akan datang.

Abahku sayang, jadikan pengalaman ini sebagai sarana melatih kesabaran dan keikhlasan Abah dalam beramal. Jangan jadikan pujian dan sanjungan manusia sebagai tujuan. Apalagi sekadar ucapan terima kasih. Teruslah bekerja, dan biarkan Allah, Rasul dan orang-orang beriman di antara kita melihat kerja-kerja kita.

Abahku sayang, bersyukurlah atas amanah ini. Meskipun dari amanah ini terkadang Abah harus pulang larut malam. Sering juga kita tidak bisa menikmati hari libur bersama. Bahkan akibat penyakit diabetes yang Abah derita, Abah menjadi kurus karena berat badan Abah hilang 26 Kg dalam waktu 4 bulan. Tapi tak mengapa, hal tersebut justru membuat Abah semakin mempesona di mataku..^_^

Abahku sayang, kini telah tiba saatnya untuk menyempurnakan ikhtiar. Selesaikanlah skripsi dan jadilah Sarjana Hukum. Sehingga kelak aku bangga memiliki Abah seorang advokat pembela umat. Teruslah tingkatkan kapasitas diri dan jadilah manusia yang bermanfaat bagi sebanyak mungkin kebaikan dan kemaslahatan.

Abahku sayang, titip salamku kepada semua Ami dan Amaku tersayang. Ami Irsan,Ami Arkan, Ami Acep,Ami Risma, Ami Wayan, Ami Hilal, Ami Iman, Ami Ikhlas, Ami Dadan, Ami Kemal, Ami Rama, Ama Risma, Ama Shinta, Ama Vidia, Ama Siti dan juga kepada seluruh Ami dan Amaku se Bandung Raya. Ucapkanlah terima kasih yang setulus-tulusnya atas bantuan, perhatian dan pengorbanan mereka selama ini. Apalah artinya Abah tanpa mereka.

Abahku sayang, titip salam juga untuk Ketua KAMMI Daerah Bandung yang baru. Bantu dan ingatkan beliau untuk menjalankan amanahnya dengan baik di kepengurusan. Jika sampai tidak amanah, kelak akan kugantikan beliau sebagai Ketua Kamda. Berikanlah pula ruang untukku, niscaya akan kubuktikan bahwa akhwat pun mampu memimpin peradaban. Salam hangat penuh cinta.

Ibukota Dakwah, 9 Januari 2011

Tsurayya Nadhira Asra
Anak Kandung Pertama KAMMI Daerah Bandung

Penulis:

#FHUNPAD #UNITEDARMY

One thought on “AKHIR SEBUAH KISAH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s