Posted in tulisan SERIUS

Menyelami Hikmah Puasa Di Bulan Suci Ramadhan

Oleh: Syamsul Ma’arief
Ketua Umum KAMMI Daerah Bandung

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu  bertakwa..”

(QS Al Baqarah : 183)

Telah tiba bulan suci Ramadhan. Bulan penuh rahmat dan ampunan. Bulan diturunkannya Al-Qur’an. Bulan yang didalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Di bulan suci Ramadhan ini Allah telah mewajibkan kita semua untuk berpuasa. Syaikh Ali Ahmad Al-Jurjawi menerangkan bahwa puasa memiliki banyak keutamaan yang tidak dipungkiri oleh siapapun, bahkan orang-orang yang tidak beriman sekalipun. Ini adalah fenomena yang didukung oleh realita.

Fakhruddin Nur Syam, Lc. dalam bukunya yang berjudul “30 Pesan Spiritual Ramadhan” menyampaikan beberapa hikmah dalam berpuasa. Tidaklah Allah telah mewajibkan puasa kepada kita melainkan pasti karena ada berbagai rahasia besar dan hikmah yang sangat penting di dalamnya.

Dikemukakannya beberapa rahasia dan hikmah ini bertujuan untuk semakin memotivasi kita mengoptimalkan ibadah di bulan suci Ramadhan, tanpa harus merubah niat kita untuk mendapat pahala dan ridha dari Allah SWT. Sehingga rahasia dan hikmah ini hanya merupakan bonus tambahan dari Allah SWT atas setiap ibadah yang kita jalankan di bulan Ramadhan.

Hikmah yang pertama adalah Hikmah Ta’abbudiyah. Puasa adalah realisasi dari rasa syukur kita kepada Allah atas nikmat-nikmatnya yang tidak bisa kita hitung jumlahnya. Puasa juga merupakan sarana pengajaran dari Allah yang Maha Bijaksana agar kita bisa menjaga amanah dan tidak menyia-nyiakannya.

Hal itu karena  perintah untuk menahan diri dari makan, minum dan jima’ di siang hari selama bulan Ramadhan adalah amanah yang sangat berat yang dapat menimbulkan kesulitan dan kelelahan fisik maupun jiwa. Dan dengan amanah ini, Allah mengajarkan kepada kita tentang    hakikat nikmat yang sesungguhnya. Karena kita tidak bisa mengenal suatu nikmat dengan benar kecuali setelah nikmat itu hilang dari dirinya.

Hikmah yang kedua adalah Hikmah Tarbawiyah. Puasa merupakan sarana yang membedakan antara manusia dengan binatang. Binatang tidak memiliki tujuan lain dalam hidupnya kecuali makan, minum, kawin dan berbagai kenikmatan lain yang sejenisnya. Sedangkan seorang manusia memiliki tujuan hidup yang lebih tinggi dan mulia dari hanya sekadar makan, minum dan kawin. Puasa juga akan menguatkan kehendak dan memenangkan dominasi akal terhadap syahwat.

Dan yang terpenting dari hikmah tarbawiyah ini adalah puasa akan menanamkan muraqabatullah atau kesadaran bahwa dirinya senantiasa diawasi oleh Allah dan merasa malu jika berbuat kemaksiatan. Seandainya kesadaran ini dimiliki oleh setiap manusia, niscaya tidak akan ada lagi tindak kejahatan seperti korupsi, pembunuhan, perbuatan asusila dan kemaksiatan lainnya.

Hikmah yang keempat adalah Hikmah Sosial. Seseorang ketika berpuasa dan merasakan haus dan lapar maka akan muncul pada     dirinya perasaan kasih dan sayang kepada orang-orang fakir dan miskin. Mereka adalah orang-orang yang tidak dapat menemukan makanan yang dapat mengganjal rasa perih di perut mereka. Selain itu, di bulan suci Ramadhan ini, Rasulullah menganjurkan kita semua untuk lebih dermawan dibandingkan bulan lainnya. Rasulullah juga bersabda: “Allah akan senantiasa menolong hambaNya selama ia menolong saudaranya” (HR Muslim).

Bahkan Allah meneguhkan di dalam firmanNya: “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya” (QS Saba’:39). Allah juga menegaskan dalam surat Ar-Ruum ayat 39 bahwa orang-orang yang menyedekahkan sebagian dari harta mereka dengan ikhlas, sebenarnya mereka sedang melipatgandakan pahala dan hartanya.

Hikmah yang kelima adalah Hikmah Secara Medis. Puasa juga memiliki manfaat secara medis,  dimana para dokter menasehatkan bahwa seseorang tidak boleh makan terlalu kenyang karena hal itu akan menimbulkan berbagai penyakit seperti rematik, penyakit hati, tensi darah dan diabetes.

Dalam sebuah riwayat disebutkan, “Perut adalah gudang penyakit, dan pencegahan adalah inti pengobatan, dan berikan kepada badan apa yang telah terbiasa baginya.” Setiap anggota badan   membutuhkan istirahat untuk beberapa saat. Maka pencernaan juga membutuhkan istirahat sebagaimana anggota badan lainnya. Setelah kurang lebih 11 bulan bekerja tanpa henti, maka di bulan suci Ramadhan ini puasa berfungsi untuk mengistirahatkan kerja organ pencernaan tersebut.

Selain itu, dengan berpuasa seseorang memiliki jadwal makan yang tetap dan tidak terganggu makanan-makanan ringan selain porsi makan yang mencukupi energi yang diperlukan tubuh. Hal ini secara ilmiah lebih baik daripada memenuhi perut dengan   berbagai makanan dan minuman, baik yang bermanfaat ataupun yang tidak bermanfaat.

Itulah sebagian kecil dari beberapa hikmah puasa yang bisa diungkap oleh para ulama. Dengan  mengetahui hikmah ini tentunya akan semakin memberi semangat dan motivasi dalam menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan. Dan yang tidak kalah penting adalah semoga dapat lebih membangun kesadaran bagi orang-orang yang merasa berat dalam menunaikan ibadah puasa. Wallahua’lam bishshawwab.***

Penulis:

#FHUNPAD #UNITEDARMY

4 thoughts on “Menyelami Hikmah Puasa Di Bulan Suci Ramadhan

  1. mas, hebat banget dlm tulis menulis. Mong2 sesama umat islam kan hrs slg membantu. (he he)
    Gini, aq adalah siswi dislah satu sekolah MAN PAsuruan, Jatim. Hobiq tulis menulis, tp aq jg sadar bhw karyaku masih tak berbobot. Gmn klo mas jd guruq??
    mau kan??
    ku harap mas dpt mnjd jembatan q menuju masa dpn cerah. Amin
    Salam Kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s