Posted in Lembar KAMMI, tulisan SERIUS

Menyambut Momentum 100 Hari SBY-Boediono

(Seuntai Prolog Kebangkitan Perlawanan)

Oleh : Syamsul Ma’arief

Memasuki detik-detik akhir menjelang momentum 100 hari masa kepemimpinan SBY-Boediono, situasi dan kondisi terasa mulai memanas. Tidak hanya di Jakarta sebagai pusat pemerintahan, bahkan aura demonstrasi besar-besaran mulai menghangat di sejumlah daerah. Tidak hanya kalangan mahasiswa, kalangan buruh, tani, dan berbagai elemen gerakan pun mulai mempersiapkan diri menyambut tanggal 28 Januari 2010.

Di pihak lain, pemerintah pun tidak tinggal diam. Setelah membuat kesepahaman antar partai politik anggota koalisi, SBY mengumpulkan sejumlah petinggi lembaga negara. Dalam salah satu acara di media elektronik, pakar komunikasi politik, Effendi Ghazali menjelaskan bahwa dalam komunikasi politik yang dilakukan SBY kepada para petinggi lembaga negara tersebut, ada tiga hal yang patut diperhatikan. Yang pertama adalah niat. SBY menjelaskan bahwa niat atau maksud beliau mengumpulkan para petinggi lembaga negara tersebut adalah sebagai ajang silaturahim. Selain itu juga tercium aroma “pengkondisian” para petinggi lembaga negara untuk menjaga stabilitas politik di Indonesia.

Hal yang kedua yang patut diperhatikan adalah konteks. Dalam konteks apa SBY secara tiba-tiba mengumpulkan para petinggi lembaga negara tersebut. Dan kalau pun harus dikumpulkan, mengapa SBY tidak mengumpulkan mereka dari dulu atau di awal pemerintahan? Mengapa justru baru dikumpulkan menjelang momentum 100 hari masa kepemimpinannya? Apalagi berdekatan dengan dibuatnya kesimpulan akhir tim pansus DPR RI yang menyelidiki kasus dana Bank Century. Sungguh suatu hal yang serba kebetulan untuk dimaklumi.

Dan yang ketiga adalah hasil. Apa hasil dari pertemuan tersebut? Dari sejumlah keterangan di media, diketahui bahwa hasil dari agenda silaturahim tersebut adalah adanya penegasan dari Presiden SBY bahwa dalam sistem presidensiil tidak dikenal istilah mosi tidak percaya atau populer disebut impeachment. Selain itu, SBY juga mengajak seluruh lembaga tinggi negara untuk bersama-sama menjaga stabilitas negara dengan saling menghormati sistem ketatanegaraan yang dianut Indonesia.

Dalam perspektif sejumlah aktivis, sikap ini justru menunjukkan sikap SBY yang berlebihan dan cenderung paranoid atas isu pemakzulan yang akan menimpa dirinya. Dan akhirnya kepanikan pun semakin terlihat jelas di depan mata. Padahal jika seandainya SBY dan jajarannya merasa tidak bersalah atas isu ataupun fitnah yang dialamatkan kepadanya, lalu mengapa harus kebakaran jenggot? Justru dengan sikapnya yang terkesan menutup-nutupi semakin menguatkan kecurigaan masyarakat terhadap aliran dana haram Bank Century tersebut. Padahal sebelumnya salah satu tokoh vokal Partai Demokrat sudah menawarkan telinganya bahkan lehernya untuk dipotong jika seandainya memang terbukti aliran dana Bank Century tersebut mengalir ke kas Partai Demokrat!

Memanasnya Gerakan Rakyat

Melihat kenyataan tersebut, sejumlah elemen gerakan mahasiswa, buruh dan gerakan rakyat lainnya secara perlahan tapi pasti mulai menyusun kekuatan. Dimulai dari rapat-rapat rutin yang bergilir diadakan di pusat gerakan atau sekretariat masing-masing lembaga. Ada juga roadshow mimbar bebas dan orasi politik di kampus-kampus. Dan tidak luput pula aksi-aksi pemanasan di sejumlah daerah di Indonesia.

Dahsyatnya, euforia politik ini semakin dikipasi dengan pemberitaan media yang luar biasa intensif. Tidak hanya media elektronik, bahkan media cetak dan jaringan dunia maya pun tak luput dari bombardir isu Bank Century ini. Berbagai acara digelar seolah tanpa henti. Mulai dari seminar, talkshow, kajian terbuka, diskusi publik dan lain sebagainya. Tujuannya hanya satu. Memanaskan situasi.

Sebuah Kemestian

Melihat realita itu semua, sudah menjadi suatu kewajiban yang sangat mendesak bagi segenap elit politik baik yang duduk di lembaga eksekutif, legislatif maupun yudikatif untuk menyelesaikan segenap persoalan yang ada. Salah satunya mungkin adalah dengan mengusut tuntas kasus Bank Century ini. Dalam sisi politik, tim Pansus DPR RI harus memiliki keberanian untuk memanggil dan memeriksa seluruh pihak yang terkait, baik itu pihak Bank Century, Bank Indonesia, Menteri Keuangan, bahkan Wakil Presiden dan Presiden sekalipun. Ini semua menjadi penting demi diperolehnya data dan informasi seputar kasus ini. Jangan sampai ada diskriminasi hukum ataupun perbedan perlakuan kepada siapapun, karena setiap orang sama kedudukannya di hadapan hukum.

Sedangkan di lain pihak, dalam sisi penegakkan hukum KPK harus terus bergerak untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus Bank Century ini. KPK harus tetap menjaga independensi gerakannya tanpa harus teracuni oleh deal-deal politik para politisi. Berbeda dengan anggota tim pansus DPR RI yang memiliki ikatan loyalitas dengan partainya masing-masing, KPK memiliki kewenangan untuk memberantas para pelaku korupsi tanpa pandang bulu. Karena mungkin hanya KPK satu-satunya lembaga penegak hukum yang masih memiliki kredibilitas dan nama baik di mata publik.

Dan yang terakhir, pemerintah dalam hal ini SBY-Boediono dan segenap jajarannya semestinya menjadikan momentum ini sebagai pemicu untuk bekerja dengan lebih baik dan profesional lagi. Buktikan dengan prestasi dan karya nyata. Buktikan semua janji-janji kampanyenya terdahulu. Tegakkan supremasi hukum di Indonesia dengan memberantas korupsi tanpa pandang bulu. Tingkatkan kesejahteraan rakyat dan kualitas pendidikan serta kesehatan bagi masyarakat. Kurangi kemewahan fasilitas bagi para pejabat publik dan jadilah teladan kesederhanaan bagi rakyat. Dengan itu semua, semoga bisa menjadi solusi pendingin situasi yang mulai panas ini. Karena kita semua mencintai negeri tercinta ini. Dan mengharapkan segala kebaikan dan kesejahteraan menyelimuti negeri ini. Wallahua’lam.***

Penulis:

#FHUNPAD #UNITEDARMY

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s