Posted in 1

Keangkuhan Sang Pemenang

Kelak akan menimpa umatku penyakit umat-umat terdahulu yaitu penyakit sombong, kufur nikmat dan lupa daratan dalam memperoleh kenikmatan. Mereka berlomba mengumpulkan harta dan bermegah-megahan dengan harta. Mereka terjerumus dalam jurang kesenangan dunia, saling bermusuhan dan saling iri, dengki, dan dendam sehingga mereka melakukan kezaliman (melampaui batas). (HR. Al Hakim)

Beberapa waktu yang lalu, KPU akhirnya menetapkan pasangan SBY-Boediono sebagai pemenang pilpres 2009. berbagai ucapan selamat dan dukungan mengalir begitu deras. betapa tidak, pasangan ini telah mampu menghempaskan para kompetitornya hanya dalam satu putaran saja..!?sungguh merupakan suatu prestasi yang cukup membanggakan bagi barisan anak ingusan di ranah politik negeri ini.

Sebelumnya, partai Demokrat juga telah menorehkan prestasi yang sama. dengan bekal popularitas sang ketua dewan pembina, partai segitiga biru ini berhasil melibas lawan2nya dengan memperoleh suara terbanyak dalam pemilu legislatif di berbagai daerah. ibarat tsunami, perolehan suara partai ini telah meluluhlantakkan kejayaan partai2 lama yang telah cukup berpengalaman dalam percaturan politik di Indonesia.

Dan akhirnya penyakit kronis itu menjangkiti. barisan ini mulai berlaku sombong,angkuh dan arogan. para pembesarnya mulai lupa daratan. sebagian pernyataan2nya mulai merendahkan dan meremehkan. dan tidak jarang pula yang menyakiti dan melukai perasaan pihak lain.

Dimulai dari pernyataan salah satu petingginya (waketum) yang merendahkan partai Golkar sebagai partai 2,5% saja. jelas saja pernyataan ini membuat berang para punggawa partai beringin. ini ibarat menabuh genderang perang. sang ketua dewan penasehat langsung menyambut tantangan perang ini. yah meskipun pada akhirnya perolehan suaranya digembosi juga.

Ada juga pernyataan dari sekjennya yang menyatakan bahwa SBY adalah representasi dari rakyat. dan setiap kebijakannya adalah untuk rakyat. atau sederhananya SBY=Rakyat. ini berarti yang berseberangan dengan SBY adalah anti rakyat..??!sungguh merupakan suatu konklusi yang dangkal dan picik dari mantan aktivis sesenior beliau.

Lalu dalam proses pilpres. meskipun telah terbentuk koalisi dengan beberapa partai Islam, dengan jumawanya SBY memilih Boediono sebagai pasangannya. SBY sama sekali tidak melirik tokoh2 ataupun politisi senior dari koalisinya. yah mungkin karena PD(partai demokrat) sudah cukup PD (percaya diri) dengan perolehan suaranya yang di atas 20%.

Dan kini pasca pilpres, debu2 keangkuhan itu pun ditiupkan kembali. bahkan 2 kompetitor terberatnya (Golkar dan PDIP) kini ikut2an merapat mengemis kasih pada sang pemenang. berita terakhir mengabarkan bahwa sang waketum kembali membuat ulah. dengan menyatakan bahwa pencalonan TK sebagai ketua MPR hanyalah sekadar permainan politik belaka agar mitra koalisi tidak macam2..!!sungguh pandir menjadikan partai sebesar PDIP hanya sekadar permainan belaka.

Maka kini biar waktu yang akan menentukan. sampai kapan kiranya kedigdayaan itu akan berlangsung. ketika para pemenang lalai dan berpesta pora,tanpa mereka sadari para barisan sakit hati sedang merapatkan barisan dan mengkonsolidasikan kembali strategi perlawanan. banyak skenario yang akan dirancang. maka bersiaplah wahai pemenang. karena roda kehidupan akan terus berputar. namun apapun yang terjadi, semoga Allah tetap melindungi agama dan dakwah ini. dan juga melindungi segenap kaum muslimin dan pejuang risalahNya dimanapun mereka berada..

Tiada daya dan upaya melainkan atas kehendakmu ya Rabbana…
Wallahua’lam..

Penulis:

#FHUNPAD #UNITEDARMY

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s