Posted in Lembar KAMMI, Renungan Kehidupan

KEMERDEKAAN..!!

17 Agustus 2009, 64 tahun bangsa ini berjalan dengan pengakuan dari bangsa lain. Tak tahu sampai kapan kedaulatan itu tetap berlaku. Aceh sampai Papua, dari Miangas ke pulau Rote. Jajaran intan berlian berwarna hijau bergugus damai menggoda syahwat imperialis dan hasrat membangun anak negeri. Meskipun sekarang telah berupa nenek-nenek yang bernama Indonesia.

Geliat pembangunan telah mulai menyentak-nyentak, irama asap pabrik sudahlah memekakkan udara. Bergelimpangannya korban-korban urbanisasi. Tergantikannya jernih air di sungai dengan warna coklat dan hitam pekat. Adalah warna baru kemerdekaan bangsa ini, dan makin kental serta masif, perlu waktu untuk memudarkannya.

Adalah PKL yang resah gelisah menatap gerobak jualannya dengan harapan tak ada razia hari ini. Anak jalanan tetap termangu-mangu kosong dalam alunan ceria lagu picisan, tak ada masa depan, begitu gumam gitar usang mereka. Inilah cerita lain negeri yang telah bebas “de jure”.

Saat ini adalah kesempatan, belumlah terlalu parah osteoporosis yang menjangkiti nenek bernama Indonesia. Tak terlalu rusaklah semesta hidup bangsa ini. Konsistensi terhadap sistem dan kemauan merantau dengan aplikasi dan ransum serta visi yang jelas untuk menghamba kepada pencinta semuanya (QS Ar rum : 42), inilah solusi kecil untuk melanjutkan umur bangsa ini yang mulai terbatuk-batuk.

(diambil dari catatan “Pejuang Jalanan”, 10 Agustus 2009)

Penulis:

#FHUNPAD #UNITEDARMY

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s