Posted in Renungan Kehidupan

Pemimpin Pilihan

“Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
(QS Ali Imran : 26)

Bismillah..

Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden usai sudah. hanya tinggal menunggu waktu disahkannya rekapitulasi penghitungan suara oleh KPU 22 Juli nanti. berdasarkan hasil quick count beberapa lembaga survey, pasangan SBY-Boediono masih memimpin dengan perolehan suara berkisar di antara 60%. diikuti oleh pasangan Mega-Prabowo dengan perolehan suara sekitar 27%. dan terakhir adalah pasangan JK-Wiranto sekitar 12%.

Pemilu adalah hal yang lumrah dalam suatu proses demokrasi. pasti ada yang menang dan ada yang kalah. konsekuensi dari diterapkannya asas demokrasi di negeri kita adalah kebenaran ditentukan oleh suara terbanyak. bahkan di masa awal perkembangan demokrasi, sempat dicetuskan bahwa suara rakyat adalah suara Tuhan. mantan perdana menteri Malaysia, Mahathir Muhammad pernah menganalogikan hal ini. jika seandainya seribu orang menyebut bahwa langit di siang hari itu berwarna hitam, maka langit itu akan dipercayai berwarna hitam..!! inilah titik kelemahan demokrasi itu sendiri.

Namun kini rakyat telah menjatuhkan pilihannya. setelah mendulang sukses di Pemilu legislatif, kini SBY pun menggilas lawannya dengan cukup satu putaran saja. sungguh merupakan suatu fenomena. tapi sebenarnya siapapun yang menang tidak boleh besar kepala. mengapa..??karena kemenangan bukanlah anugerah, tapi ia merupakan musibah..!!ya, musibah bagi mereka yang menjadi lalai dari mengingat sang pemberi kemenangan..

Dalam QS Ali Imran ayat 26 tadi Allah memperingatkan manusia tentang keterbatasannya. Allah lah yang memiliki segenap kerajaan di langit dan di bumi. dan Allah juga yang menganugerahkan kepemimpinan atas kerajaan tersebut kepada orang yang Dia kehendaki. ya, Allah lah yang berkuasa atas segala sesuatu. maka manusia tidak berhak sombong atas setiap kemenangan dan kesuksesan yang diraihnya. kesombongan hanyalah milik Allah. dan Allah berhak mengambil milikNya kapanpun Dia mau.

Sedangkan yang kalah pun tidak perlu berkecil hati. lantas kemudian mencari-cari kesalahan golongan yang menang. bersikaplah ksatria. itu lebih mulia. bila ada kecurangan ataupun pelanggaran, silakan dibuktikan di Mahkamah Konstitusi. tidak perlu lah saling menghina, saling menuduh, saling fitnah satu sama lain. karena masih dari ayat yang sama, Allah menegaskan bahwa : “Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki.” maka tiada daya dan upaya melainkan atas kehendak dan izin dari Allah SWT.

Kini saatnya bagi kita semua untuk kembali merapatkan barisan hati. bersatu mencapai satu tujuan yang hakiki. Indonesia yang berkeadilan, bermartabat, dan mampu mensejahterakan rakyatnya kembali. bagi partai pendukung yang berkoalisi janganlah sibuk berebut kursi. bagi yang kalah, segeralah menjadi oposisi. tidak perlu ribut mencaci maki. kepada seluruh rakyat Indonesia, bangkit dan tataplah masa depan dengan kepala tegak, ikhtiar yang optimal, dan berprestasi..PASTI..

Jayalah Negeriku..Jayalah Bangsaku..

Salam Perjuangan..

Wallahua’lam..Alhamdulillah..

Bandung, 14 Juli 2009 23:15

Pemimpin Pilihan
Pemimpin Pilihan

Penulis:

#FHUNPAD #UNITEDARMY

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s